|
|
(untitled)
Sunday, December 22, 2002
03:28 p.m.
Gwe udah tau. Gwe seharusnya udah tau. Akhirnya pasti bakal seperti ini kan? Ternyata memang benar, "...there's no such thing as the real world, just a lie you've got to rise above." Kita semua hidup dalam kebohongan kita masing-masing; terhadap orang lain, dan terhadap diri sendiri. Dunia ini hanyalah panggung sandiwara. Massive Multiplayer Role-Playing Game. Permainan peran dengan topeng-topengnya, yang dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan masyarakat, dan sebagai imbalannya kita akan diakui, diterima oleh institusi tersebut. Hipokrit. Oportunis. Tapi toh orang-orang hidup dengan itu, dan mereka merasa bahagia dan tenang dalam hidupnya. Apa yang terjadi ketika seorang maniak mencoba menyingkirkan topeng-topeng itu dan berusaha menjadi dirinya sendiri? Penolakan. Resistensi. Represi. Dan lama-kelamaan dia akan menjadi gila. "Ketika kita mengetahui seluruh kebenaran, kita akan kehilangan ketenangan sepanjang hidup kita." Manusia belum siap menerima kebenaran. Mereka masih membutuhkan kebohongan untuk bisa hidup dengan wajar dalam dunia. Bahkan seorang Lain pun merasakan hal seperti itu; kebenaran hanya menyebabkan orang-orang di sekitarnya menderita, sehingga ia memutuskan untuk me-reset semuanya. Membuat mereka tak pernah tahu kebenaran yang sesungguhnya dan hidup seperti biasa. Seandainya gwe jadi Neo dalam The Matrix, dan ditawari Morpheus kedua pilihan itu, gwe lebih memilih untuk ditidurkan, dan ketika kita bangun kita tak akan ingat apa-apa, tak akan ingat bahwa realitas ini hanyalah apa yang dipersepsikan oleh indra dan pikiran kita. Kita lebih suka dibohongi dan tidak diberitahukan kenyataannya agar kita merasa tenang, sebab bila kita tahu kenyataannya, maka hati kita akan sakit karena telah dibohongi. Kebenaran adalah antitesis dari ketenangan.
Apakah benar seperti ini kenyataannya? Ya, dan itu membuat kita semua merasa tidak tenang, bukan? Akhirnya manusia kembali dikutuk oleh kebebasannya sendiri untuk terus memilih pilihan-pilihan yang tak pernah ia inginkan, dan inilah pilihanku yang harus kukatakan : LUPAKAN BAHWA AKU PERNAH MENCINTAIMU. Camkan kata-kata itu dengan baik hingga kau tidur malam ini. Have a nice dream, dan ketika kau bangun keesokan paginya, kau akan lupa semua ini pernah terjadi. Forget it, and everyone's happy. Tak ada yang perlu disalahkan. Tak ada yang perlu disesalkan. Tak ada yang perlu dimaafkan. Aku akan terima hukuman apapun karena telah membuatmu sedih, bingung, atau marah. Tolong, jangan seperti itu lagi, aku juga benci kalau membuat orang lain sedih. Tersenyumlah, berbahagialah, dia akan senang melihatnya.
Lucu, di saat penuh angst seperti ini ternyata gwe masih bisa ketawa. Bukankah sebenarnya percuma gwe menulis panjang lebar tadi? Kenapa? KARENA KEBENARAN ITU SUBJEKTIF! Itu udah gwe sadari sejak lama, tapi baru inget tadi. Betapa tololnya gwe. Kita bahkan tidak bisa lagi membedakan yang mana topeng dan yang mana wajah asli sendiri meskipun dicari sampai mampus!
Selamat natal, teman-teman. Semoga bintang terang itu akan terus menaungi hati kita semua...
Is God Playing Dice?
Saturday, December 21, 2002
03:22 p.m.
I don't know the exact answer, of course, but surely he's mocking me up with his lunatic, unpredictable behavior, again. Curses and rants aside, hari ini gwe dapet surprise, even maybe the biggest surprise in my lonely life, ever. Untuk sesaat yang namanya otak ini nggak berfungsi, diambilalih fungsinya oleh the so-called irrational feelings and emotions of...love. Silly, yes, but from now on I don't mind being a moron for the rest of my life. Duh, tapi lama-kelamaan sel-sel kelabu yang rasional ini mengkudeta perasaan itu, mengetok-ngetok kranium kepala dengan nada sinis: 'Hello, earth calling cat, respond please. Who does she belong to? Welcome to the real world, lad.' Nah, I don't think so. "I've just found out there's no such thing as the real world, just a lie you've got to rise above."
(...an excerpt from the lyric of "No Such Thing" by John Mayer.)
Around The World
Wednesday, December 18, 2002
11:50 p.m.
Hmmm, baru pertama kali ini gwe ngintip-ngintip ke begitu banyak blog, thanks to Yos's blog yang udah menyediakan linknya. Hufff, ternyata yang ngeliat blog gwe (dan me-link-nya dalam blog mereka) lebih banyak dari yang gwe kira ya? Sebelumnya, thanks udah bersedia ngeliatin blog gwe yang jelek ini, dan gwe juga sekaligus minta maaf karena sampai hari ini nggak bisa mbales...makanya kasitau kalo mo ngelink blog gwe, biar bisa gwe link balik! ^^; *keplak satu-satu pake harisen* Well, at least I'm relieved to see other people's thoughts...
Edit : Now I have a tag-board!!! Please leave your messages right away ^^
Andai Ia Tahu
Monday, December 16, 2002
12:25 p.m.
..sinarilah aku
mentari
hangatkan relung-relung jiwaku.
Baru denger OST-nya: "Ketika Kau Menyapa" by Marcell. Suddenly, gwe merasa...kangen. Tolol, tentu saja, sebab gwe gak punya hak untuk itu. She belongs to someone else; she's not yours, and you're not hers, either. Tapi gwe rela jadi orang tolol untuk bisa terus kangen sama dia. Gosh, I wept my tears, again. Lucu ya, gwe merasa teralienasi dari diri gwe sendiri. Merasa gwe bukan gwe-yang-dulu lagi. Gwe jadi merasa seperti Rakka dalam Haibane Renmei yang barusan gwe tonton: jatuh dari kedalaman angkasa tanpa tahu siapa dirinya; jatuh dalam kesendirian, hanya ditemani seekor burung gagak yang kemudian meninggalkannya; kemudian bangun dalam dunia yang sama sekali asing baginya, dan terperangkap di balik tembok kota yang tak terbatasi bersama rekan-rekan senasib dalam kungkungan perlakuan pembedaan laten para penduduknya. Ia ingin seperti burung gagak itu, satu-satunya spesies yang bisa lepas bebas menyeberangi tembok menuju dunia lain yang tidak diketahui, yang tidak dikenal olehnya. Dan gwe ingin terbang meninggalkan semua irasionalitas ini. Tapi gwe tetep kangen.
...it's gonna rain.
Diogenes
Sunday, December 8, 2002
07:00 p.m.
Diogenes, seorang filsuf, makan ubi
sebagai santap malamnya. Hal itu
dilihat oleh rekannya, filsuf
Aristippos, yang hidup enak dan
mewah karena menjilat raja.
Aristippos berkata :
'Kalau engkau mau belajar
menghamba kepada raja,
engkau tidak perlu lagi hidup
dengan makan sampah
seperti ubi itu.'
Jawab Diogenes :
'Jika engkau sudah belajar
hidup dengan makan ubi,
engkau tidak perlu menjilat
raja.'
Limbo Stratum
Thursday, December 5, 2002
11:05 p.m.
I...I just don't know anymore. Truth is all about subjectivity, Morality is all about subjectivity, and even Foucault said that madness and insanity is all about subjectivity, created by culture and society. Everything is relative, even the relativity itself. Then what we can hold onto when we must decide things, many things in our life? That's it. Sartre said, "Humans are cursed to be free, and that freedom cursed us to keep making decisions for all time of our life, because we are fully responsible for all actions we made."
I hate to say that he was right. We'll be always hunted by decisions to make, by responsibilities to burden, forever. Then whose madmen said that human has the so-called free-will? If free-will stays on its exact, literal definition, then the choice TO NOT CHOOSE, TO NOT RESPONSIBLE must be there, among the other choices too. But no, it's not.
This wounded beast can only wish His punishment, or absolution, to be hasten....
Kemaren gwe nonton "Harry Potter and the Chamber of Secrets" di Kelapa Gading. Sial, si tua bangka Dumbledore itu juga bilang, "...diri kita ditentukan oleh pilihan-pilihan kita." Sial, ini pasti Tuhan lagi terkekeh-kekeh ngeliat gwe merasa tertusuk-tusuk di sini!
...BTW, selamat lebaran 1423 H, mohon maaf lahir dan batin.
Ego Inside
Tuesday, December 3, 2002
08:55 p.m.
Huff...entahlah. Gathering nomatnya sudah selesai dari kemarin, namun "perasaan" ini masih saja tetap membekas dan mengeluarkan luka, satu hal yang membuat gwe benci dengan apa yang namanya perpisahan. Apalagi pas nonton kemarin, rasanya seperti ekstase Santa Teresa Avila; mengalami kebahagiaan surgawi, namun di saat yang sama juga mengalami kesakitan adialami yang luar biasa besarnya. Gwe tahu, gwe udah mencoba untuk meyakinkan diri sendiri bahwa : dirimu adalah orang ketiga, orang yang berada di luar tatanan norma DAN tidak seharusnya mendobrak masuk; terus maju hanya akan menjadikan dirimu sebagai tokoh antagonis, yang akan selalu dibenci dan dipersalahkan; melangkah menuju tahap berikutnya hanya akan menjadikan kalian bertiga sakit hati, terluka, dan saling membenci. Memang, tindakan menyalahkan diri sendiri itu dapat efektif menahan ego gwe secara temporal, tapi nihil secara eksistensial.
Pada akhirnya, ego gwe malah semakin memberontak dengan meraung dalam hatinya terhadap semua orang, semua nilai dan norma yang mereka bentuk, bahkan Tuhan yang menciptakannya. "APA SALAHNYA MENJADI ORANG JAHAT?! APA SALAHNYA BERBUAT JAHAT?!" Tidak ada jawaban. Bahkan ego itu pun sendiri tak mampu menjawabnya. Distraksi dengan memunafikkan diri sendiri dan mencoba dengan enteng mengatakan, "Asalkan dia bahagia, gwe juga bahagia," juga tidak mampu menahan ego ini untuk terus membentur-benturkan kepalanya ke dinding sembari mengulang-ulang pertanyaan yang sama. "Semuanya itu omong kosong, kawan. Kau masokis; kau merasa sakit melihat dia berbahagia dengan orang lain, namun kau mengalah terhadap norma kesusilaan dan menikmati kesakitan itu sebagai sebuah pemuasan diri sendiri agar kau tidak terjebak dalam kegilaan. Kau masokis seperti yang lain, sebab kau tak berdaya melawan mereka; dan kau akan terus melawan dengan cara tidak melawan dan menyerah membiarkan mereka menyeretmu, sebab hanya itulah yang mungkin dan bisa kau lakukan." Gwe benci mengatakan bahwa dia benar.
I've cried my tears silently, many many nights before. I've killed my belief on true, altruistic love with a feeling of despair, that time. I've became a wounded beast. Saat ini tidak ada jalan untuk mundur. Hanya ada tiga pilihan: maju terus dan menghadapi semua konsekuensinya, diam di tempat dan terus berada dalam kegamangan, atau melompat dari jalan itu dan mengakhiri segalanya. Too bad, there's no three-sided coin for me to decide...
NB : Siapapun yang membaca ini...tolong bantu gwe, either lewat e-mail, irc, atau forum.
God Is Dead
Sunday, December 1, 2002
07:33 p.m.
Kutipan klasik dari Nietzsche, dan gwe semakin menyukainya. Barusan dari misa minggu sore; minggu pertama dari masa Adven, penantian akan kelahiran Tuhan. Dan jika Tuhan bisa terlahir sebagai seorang manusia, mengapa tidak jika ia bisa mati? Entahlah, yang jelas gwe gak ingin menghabiskan sisa hidup dalam kegilaan seperti Nietzsche. Tapi di sisi lain gwe setuju dengan konsepsi "kejatuhan demi kesempurnaan"nya, konsepsi yang kemudian dianut para filosof ateistik semacam Heidegger, Sartre, ataupun Camus. Untuk dapat menemukan makna hidupnya yang paling mendalam, manusia harus terlebih dahulu berada pada titik terdalam kejatuhan dirinya secara eksistensial. Lalu mengapa tidak jika hal yang sama dapat diterapkan untuk Tuhan? Yah, terdengar antropomorfistik memang, tapi bukankah itu wajah agama kita selama ini?
Secara mengerikan, makin lama gwe makin merasa beriman, meskipun di sisi lain gwe tetap masih menjadi seorang agnostik. Apa karena belakangan ini visi gwe tentang Tuhan makin lama makin mirip Kabbalah? "O Heaven, Here You Come!" kedengarannya bodoh ya? Gwe lebih demen visi sufistiknya Al-Arabi dan Rumi sih, tapi tentu saja, suatu saat gwe mesti menentukan visi gwe sendiri. Mereka sendiri beranggapan bahwa visi mengenai Tuhan itu sangat subjektif dan personal, sehingga tak pernah ada dua filosof/mistikus yang punya konsepsi Tuhan yang sama persis. Oh well, sabar aja, baru remaja ini. Klo udah dewasa, jalan itu pasti keliatan.
Ah, maaf...baru nyadar kalo apa yang gwe cerocoskan dari tadi itu "sangat, sangat" berat. Sekali lagi maaf, soalnya udah kebiasaan gwe untuk "mendiskusikan" setiap peristiwa atau pandangan yang lewat, sehingga rasanya blog ini juga akan hampa tanpa jiwa seandainya gwe sekedar bercerita sebagai orang ketiga, bukan sebagai orang pertama. Selain itu, belakangan ini gwe juga merasa di-religius-kan; mungkin itu hanya karena ekses dari masa Adven menjelang Natal sekaligus Ramadhan, atau karena gwe kembali berkutat dengan History of God-nya Karen Armstrong sebagai teman makan di atas tempat tidur (my bad habit :P).
Proof of my (in)sanity : here
Philosophy stuffs aside; Yay, kemaren gathnya "fun" sekali! (Sengaja gwe tandakutip-kan kata "fun", sebab pengertian kalian pasti beda ama pengertian gwe (tapi masih sama-sama positif kok, gak maksud nyindir ato semacemnya)) Gath koalisi CNF, Orenj, dan FC (I won't mention IYF), meskipun gak terkesan kata "koalisi"nya, namun lebih dari cukup untuk standar gathering biasa. DAN GWE AKHIRNYA BISA NGOMONG!!! T_T (it didn't change drastically, though). Lumayanlah, akhirnya kacamata baru gwe bisa membuktikan "placebo effect"nya dalam meningkatkan kemampuan berbicara, meskipun gak sedramatis yang di sekolah. Satu-satunya yang nggak berubah dalam hidup ini hanyalah perubahan, suka atau tidak suka. Duh, mungkin emang mau nggak mau, gwe yang mesti menyesuaikan diri dengan gwe-yang-baru. We'll see about that.
BESOK ADA GATH LAGI!!! Bukan official sih, soalnya ini prakarsa dari our lovely little piggy, apalagi dia mau nraktir nomat di TA, jam 12(?) Oi, betapa senangnya hatiku ^^.
Too Many Things to Tell, Too Little Time to Write
Wednesday, October 9, 2002
09:32 p.m.
Bener, bener...minggu-minggu ini baru kelihatan sibuknya sebagai kelas 3. Tugas, PR, ulangan, ekstrakurikuler, semuanya berjubel menunggu antrian. Cuma hari ini yang bebas (nggak juga sih, ada satu PR sejarah menunggu >_<), jadi ya nyempetin nulis sepatah-dua patah blog buat variasi sejenak. Hmmm...enaknya nulis apa ya buat topik blog kali ini?
...got it...*ehm ehm*. Tadi sore, seperti biasa menjelajahi forum-forum. Two of them is FC's "Writer's Desk" and Orenj's "Novel and Concept". Argh, ngeliat puisi-puisi dan cerpen-cerpen baru di sana, kok rasanya diri ini jadi minder ya? First of all, they use my sty-errrgh, my favorite poet's style (long live Goenawan Mohammad!). Secondly, they post their poems and short stories when my creative side of brain resists to stop working, jadi rasanya seperti sebuah penderitaan tersendiri melihat karya-karya mereka. Ingin buat juga, tapi kreativitas otak ini masih mandeg, takutnya malahan "maksa". Mungkin gara-gara banyak urusan sekolah juga, jadinya kekurangan waktu untuk merenung mencari inspirasi. I hate school sometimes...
Number Means
Friday, October 4, 2002
07:45 p.m.
Maaf, blog belum sempat diupdate sampai sekarang... berhubung masih terpesona dengan rapor bayangan atawa rapor mid-semester. ^^v Really, nggak nyangka aja orang setolol ini bisa dapet nilai sedemikian indah, padahal selama minggu-minggu kematian nggak belajar sama sekali, kecuali bangun 'agak pagian' dikit buat mbaca-mbaca 'apa yang harus dibaca'. Yeah, tau kok kalo ini orangnya rada males, tapi lha wong namanya udah kebiasaan, ya susah diubah. Tapi nilai-nilai yang bagus ini kayaknya sudah merupakan perubahan tersendiri, kan? Anyway, Omedettou...
Besok ada gath di Bale Aer, thanks to the gentleman. I'm always anxious to meet the real everyone, tapi kali ini ada DIA, yang bikin lebih gugup lagi. Hmpf, seperti biasa; datang, duduk, diam, dengar, dahdah. Ad nauseum. Bukan, bukannya nggak ingin 'menggila' seperti yang lain, tapi...I just can't. Mungkin ini juga termasuk kebiasaan yang susah diubah, eh? Just let it be that way.
NB : Yos, jangan bilang kalo entry yang ini juga lucu... T_T
Deserted
Tuesday, October 1, 2002
06:34 p.m.
Hari ini pertama kalinya sekolah...setelah libur tiga hari. ^^; Duhai, badan rasanya masih capek (sampe di rumah langsung tidur pules dua jam!), apalagi jam ketiga-keempat tadi olahraga. My most-hated subject. Yeah, yeah, yeah, lagi-lagi cuma jadi cannon fodder di tengah lapangan basket, dan bukan untuk itu tiap bulan bayar uang sekolah. Memang sih, teman-teman yang lain kadang-kadang "berbaik-hati" untuk memberikan bola, tapi perasaan sih itu cuma sekedar basa-basi kesopanan agar tidak merasa dipinggirkan dan dibuang, padahal dalam hati mereka udah ingin mengusir keluar lapangan (am I paranoid or what?). Kalo bisa milih, lebih baik juga nggak usah olahraga, tapi guru itu sayangnya masih nonton dari tribun. Semuanya dalam posisi "harus", maka ketika kita sebenernya nggak niat dan terpaksa melakukan hal itu, yang terjadi adalah sebuah opera sabun dimana kedua belah pihak tahu kepura-puraan masing-masing lawannya, namun toh tetap pura-pura tak tahu akan hal itu. Tapi ya sudahlah, toh itu sudah berakhir (meskipun tiap minggu mimpi buruk itu akan terus berulang), toh selama hidup ini juga sudah biasa diperlakukan seperti itu, dan masih bisa bertahan hidup. Seperti biasa, menuruti apa dikatakan Buddha, jangan membuka surat itu, maka apapun isinya, kamu tidak akan terpengaruh olehnya. All you have to do is keeping your mind sane...
Karma Happens
Sunday, September 29, 2002
08:32 p.m.
"Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatnya itu."
Genesis - 2:3
Maka seharusnya hari ini, hari Minggu, adalah hari yang tenang...iya kan? Ternyata nggak juga, mungkin Tuhan terpaksa kerja lembur karena semakin berjubelnya manusia di dunia ini, masing-masing dengan segala kompleksitas permasalahannya. Well, mungkin di sini memang sedikit banyak tenang, tapi tidak dengan orang lain...saudara-saudara sepupu, untuk lebih spesifiknya. Beberapa hari yang lalu masih iri ama mereka gara-gara baru beli komputer baru, 1 gigs, gifos 2, 30 gb HD, 128 ram...nuff said. Gak bisa dibandingin ama ini komputer yang cuma 450 megs, tnt, 8 gb HD, 64 ram. Tapi sekarang...hufff, baru bisa bersyukur punya orangtua yang rukun adem tentrem, tidak seperti orangtua mereka. Mungkin itu yang namanya karma?
*mumbling "Karma" by Coklat*
Untied Relationships
Friday, September 27, 2002
10:07 p.m.
BGM : Anda (Bunga) - Tentang Seseorang
Kadang-kadang takut juga nih, Salad Days entah kenapa, selalu 'ngepas' dengan kehidupan pribadi, mungkin ini semacam revelation...atau malah sindiran? Bisa-bisa Salad Days jadi kitab suci buat 'cowok-cowok menyedihkan' seperti... -_-; (kata AK, seorang temen).
"Mengapa aku ini selalu mencintai bunga yang tak terjangkau oleh tanganku?"
Miyuki Hanayama, cowok menyedihkan yang punya nama indah tapi bertampang tukang jagal (dia sendiri yang bilang begitu). It resembles me alot (although the aspects are different), I guess. Dua kali dia jatuh cinta, dan jalan percintaannya nggak pernah lempeng...dan yang paling mengerikan, itu persis! Well, bagi yang udah kenal agak lama, mungkin tahu peristiwa "Afterwords". I fell in love with a goddess, begitu pikirannya dulu. Dan, tentu saja, yang namanya goddess tak pernah terjangkau oleh a puny mortal like me. Bikin sebuah surat picisan, pasang di forum public (I'm idiot, aren't I?), dan dia menolak (tentu saja!), the end of the story. Reaksi pertama, duh, ini seperti bangun dari mimpi dan tak ingat apa yang kita impikan barusan. My mind's blank. Akhirnya setelah mulai waras lagi, ya pasrah aja, mungkin emang udah nasib. Kitapun kembali temenan seolah nggak pernah ada apa-apa (untung topiknya udah kena banjir besar), kembali timpuk-timpukan bra 36 C seperti dulu. Tapi Kayaknya nggak juga sih, I feel something different about our relationship after that...
Ganti BGM : Chobits OP - Let Me Be With You
Kok jadi cerita gini ya? Ya sudahlah, toh emang untuk itu kan blog diciptakan? Yang kedua lebih parah malahan. Miyuki sekarang (di Salad Days 7) naksir dengan...istri orang. Guess what? No surprise, hal yang (lagi-lagi) sama juga terjadi di sini. I'm falling in love with...someone's girlfriend. Well, bukan cuma sekedar someone sih, sebab dua-duanya (si someone dan girlfriend-nya) temen baik di forum. Pertama-tama, rasanya konyol menyukai seseorang yang sudah punya hubungan dengan orang lain, toh mereka adalah pasangan yang serasi dan saling menyukai. Tapi suatu hari, dia curhat soal hubungan dengan pacarnya yang bermasalah. Maka mulailah kembali dua personal di dalam otak ini nyaru jadi "the angel" dan "the devil". Kesempatan yang tidak akan datang dua kali, tackle her boyfriend and get her, or make her up again with her boyfriend and lose her. Frankly, I chose the second. Again, good prevails evil. Cuma mikir sederhana, jika milih yang pertama, maka akan kehilangan dua orang sahabat. Jika milih yang kedua, nothing to lose, except the pain in your heart.
Terkadang mikir, maybe I'm masochist, after all, hidup dengan menikmati luka dan penderitaan. Mungkin itu juga kenapa demen Salad Days. Dengan melihat kisah cinta orang lain yang nggak happy-end, jadi merasa senang punya teman senasib-sepenanggungan. Hummm, mungkin memang belum saatnya menjalin suatu hubungan terikat. But I still love her, anyway ...and I'm happy, eventhough she only thinks me as one of her friends. My life still goes on...
BGM Penutup : Element - Hanya Seorang Kawan
Thank God It's Friday
Friday, September 27, 2002
04:39 p.m.
Akhirnya neraka lima hari ini berakhir juga...Yukatta! ^^V Untung hari Sabtu dan Senin sekolah diliburkan (gantinya neraka bagi guru untuk mengoreksi jawaban esai, ehehe) Fyuuuh, jadi bisa santai...belum sih >_<. Masih ada tugas resensi BI untuk tanggal 7 dan tugas makalah 60 lembar (what the-?!) sejarah untuk akhir November. Tapi itu bisa dikerjain belakangan sih (tipikal deadline-worker banget yah? :P). Setelah pusing generate chara buat Icewind Dale II (ARGH, CHARM PERSON!!!), ngelanjutin lagi Salad Days 7 yang tadi barusan dibeli (kali ini mbelinya di pedagang depan halte, pak tua-nya blom dateng sih). Matte...
Social-Visiting
Thursday, September 26, 2002
11:31 p.m.
Tadi barusan social-visiting ke blog seorang temen (Yos-kun ^^)...kok rasanya blog ini kebanyakan tulisan ya? *perhatiin lagi*...apa cuma paragrafnya yang terlalu rapet-rapet? Hmmm...patut dijadikan masukan demi perbaikan kualitas blog ini, mulai dari sekarang tentunya. Siplah...
Hari ini nggak ada sesuatu hal yang bener-bener menarik sih...eh, ada ding. Ternyata tadi ada ulangan Sejarah selain Mat! Sial, kok bisa lupa ngeliat jadwal ya? Ya udah deh, jadi njawab cuma ngandelin ingetan doang, untung esainya (sebagian) gampang. Besok hari terakhir ulangan mid-semester, PPKn dan Bahasa Indonesia. Ganbatte, Cat-o-kun!!!!
A World Which Saturated with Sound
Wednesday, September 25, 2002
11:05 p.m.
Hari ini adalah hari ketiga ulangan mid-semester...Ekonomi, tepatnya. Tapi sebodo teuing dengan nilai ulangan yang jeblok, maka terbelilah komik Cyborg Kurochan no. 8 dengan sukses dari pak tua penjaja komik di depan sekolah untuk melupakan mimpi buruk yang barusan lewat. Isinya lebih 'serius', IMHO. Tapi yang bikin heran adalah; belakangan ini kok rasanya selalu ketemu adegan-adegan apokaliptik di mana-mana ya? Beberapa hari yang lalu nonton RahXephon, begitu juga. Meskipun Kurochan nggak se-'mass destruction' Rah tentu saja, tapi tetep aja kesan 'buang-buang nyawa' itu ada, paling nggak kiamat personal lah. Maka kembali dua personal di dalam otak ini saling debat lagi : How worthy life can be? Setelah ngalor-ngidul antara "it's a priceful-yet-priceless gift from 'God'" versus "it's only a sort of earth's self defense mechanism", hasil yang bisa dicapai secara kurang memuaskan (berhubung selama mid-semester ini bawaannya ngantuk terus) hanyalah : bukan 'kehidupan' atawa 'nyawa' yang menjadi masalah, melainkan eksistensi (dalam hal ini, eksistensi manusia) yang terpenting. Oh well, mulai lagi deh masuk ke filsafat eksistensialisme, damn you Sartre. *ngelirik jam* 11.02 p.m. Tampaknya ide yang buruk untuk melanjutkan blog ini lebih lanjut untuk hari ini ya? Oke deh, mendingan tidur dulu, semoga dapet mimpi yang 'inspiratif'. Oyasuminasai...
D'oh, besok (masih) ulangan mid-semester. Silakan tebak tiga kali apa...Nyerah? Matematika, keren ya? Bagi pembaca yang masih punya hati nurani (dan sepertinya pembaca blog ini ya cuma penulis sendiri) tolong doakan supaya tetap waras setelah terbebas dari pencobaan ini. Amen.
Rants
Tuesday, September 24, 2002
11:23 p.m.
Iya, tau, tau...layoutnya standar banget ya? >_< Mau gimana lagi, nggak bisa HTML sama sekali, belajar otodidak dari web pun hasil maksimalnya ya juga segini ini. Ada saran sih dari seorang teman (Dats! Dats! ^^) untuk reverse-engineering (eufemisme dari copy-paste trus modifikasi dikit-dikit :P), tapi kok ya rasanya menyalahi hati nurani dan merasa nggak puas ngeliat blog ciamik tapi pake engine orang lain. Ya sudahlah, begini aja jadinya. Yang penting simple dan reliable...
Yaaah, tapi terkadang miris juga sih ngeliat blog temen-temen yang... T_T
Forewords...
Tuesday, September 24, 2002
10:43 p.m.
"Hell with English!"
Kira-kira itulah kekesalan yang membludag sejenak ketika merombak kembali blog ini. Niatan semula untuk membuat blog yang full-english tiba-tiba jadi mandeg gara-gara kemampuan bahasa Inggrisnya yang memang nggak sejago teman-teman yang menginspirasikan 'jiwa dan semangat' blog ini pada awalnya (trims untuk Beat-chan, Yos-kun, dan Jingu ^^). Jadi, daripada blog ini tersendat gara-gara penulisnya yang nggak bisa mengutarakan isi hatinya dalam bahasa 'wong londo', mending ditulis pake bahasa ibu sendiri, sehingga lebih rileks dalam penulisan dan pemikirannya, nggak lagi diburu-buru oleh penggunaan grammar yang baik nan benar. Persetan dengan perkara 'orang luar' yang nanti bengong waktu membaca isi blog ini... XD
Ya sudah, jadilah blog yang telah disempurnakan dalam hal tata bahasa ini. Soal 'jiwa dan semangat' penulisannya sih masih tetap sama seperti kebanyakan blog-blog lainnya, cuma yang ini lebih nggak waras seperti penulisnya. Syukur kalo waktu nulis mood lagi bagus, biar yang diutarakan yang ringan-ringan, yang melayangkan hati. Lha kalo lagi ruwet, pasti yang keluar pemikiran-pemikiran nyleneh, sok berbau filosofis, psikologis, atau -is -is lainnya gara-gara buku-buku orang-orang sableng yang sering dilalap sebagai pengantar teman makan (yang ini serius lho, nggak ngibul!). Tapi ya namanya manusia, punya kekurangan dan kelebihannya sendiri toh? (dikutip dari guru Antropologi tersayang yang kini terbaring di rumah sakit. Semoga cepat sembuh, Pak Djum!) Akhirnya ya...beginilah. Selamat membaca... :)
|
THAT DARN CAT!!!
Catshade, seekor kucing jantan dengan sejarah silsilah Kejawen tulen kelahiran Ibu Kota Metropolitan, April Mop 1986. Mempunyai kisah cinta yang menyedihkan (dan memalukan, juga) sehingga akhirnya terdampar di Kelas 3 IPS Canisius College High School, Menteng 64, dimana hanya makhluk-makhluk jantan yang berhasil bertahan hidup. Duh...
WHAT CAT LIKES :
-Anime, manga, and games
-Poetic and literature stuffs
-Philosophy and psychology
-Fish, and mostly seafoods
WHAT CAT DISLIKES :
-Dogs, cockroaches, nuff said
-Most kinds of physical activities
-Spicy and bitter foods
-Social activities that includes talking
CURRENTS :
-Games : Icewind Dale II
-Anime : Witch Hunter Robin, Haibane Renmei
-Manga : Salad Days, Cyborg Kurochan
-Books : Battle for God
Message Boards
OrenjOnion Forum
FunCafe Forum
IndoGamer Forum
OUR Forum
GrandSept Forum
CN Network
Friends' Blogs
Beatrix
Yosai
JinguJ
Buaya
Soldats
Chikage
Kuya
Razzly
Haruka
Chii
Neraze
Errn
Aya Mikage
Neko-chan
Zandar
Game Development
Gamasutra
GameDev
Comments? Critics? Send it to :
My Email
|