Schrodinger's Box

Pitas.com!

Catshade

A Half-Dead & Half-Alive Cat

Old Testament



Wednesday, April 23, 2003

There goes my future. I'm doomed. Now I'm nothing more than a strayed cat crawling on the muddy streets of the slum looking for spare food, sleeping in the oh-not-so-nice-smell industrial junk wasteland, fighting other losers to survive my already-ruined life everyday…okay, maybe I'm going too far. But I'm really, really not in the mood to review my last two days, which were only consist of flipping the test sheets hopelessly, and staring desperately to the others, my 17.000 (read: seventeen thousand) rivals. I'm talking about UM UGM (Ujian Masuk Universitas Gajah Mada), by the way. Maybe I should take a cram course for the following SPMB…*scratching head*

Catshade opened the box at 07:41 p.m.


Thursday, April 10, 2003

Dari http://www.kabalarians.com/

Your first name of Andreas has created a deep, sensitive, refined nature with an intelligent mind and a keen appreciation of material values. You enjoy all the finer things in life that a good standard of living allows. You have good business judgment and would do well in a managerial position, as you have executive ability. You work best in an independent capacity, where you are able to think problems out carefully before you act. Your sensitivity and reserve prevent people from coming close in friendship. There is always an aloofness and reserve that acts as a barrier and prevents any close ties. You live much within your own thoughts, and seek relaxation away from people, out in nature, where you can ease the tensions of your life. You find it difficult to express your true feelings, whether it be affection, appreciation, or tenderness, which play such an important part in creating a close bond within the family. Any weakness in health would show in the respiratory system or generative organs.

Mungkin mom dan pop mendapat pencerahan dari surga waktu memberikan nama ini buat gwe...

Catshade opened the box at 04:01 p.m.


Thursday, April 3, 2003

I'll do anything for the one I love.
"So you DO love me?"
What do you think?
"I don't know. Tell me, then."

Frankly, I don't know either. Or maybe, I don't have enough bravery to tell you. Maybe I'm too scared of your response, fearing that it may not be the same and ended up like before. Maybe I'm too worried if this so-called 'love' is nothing but a cheap infatuation, like someone said. I just realized that I know nothing about this feeling called love (with little L) and have no good, happy experience of it. But I'm sure about one thing: I've promised to you to change myself to be braver and to speak more, and I'll fulfill it whether I love you or not, whether you love me or not.

Catshade opened the box at 08:29 p.m.


Tuesday, April 1, 2003

Late morning call. Untung saja sekolah diliburkan for only-god-knows reason. Rasanya hari ini seperti bangun di surga. Silau, segalanya terang sekali oleh cahaya matahari di luar jendela sana. Dan panas, padahal sempat melihat jam, baru pukul 9 pagi. Tidak seperti hari-hari yang biasanya, semula kupikir. Dan memang hari ini bukan hari yang biasa. Sepertinya si tua di atas langit sana begitu keblinger ingin memberikan suatu hadiah spesial yang tidak bisa diberikan oleh orang lain. Terimakasih, dear God, selama ini kau sudah berusaha membuatku terkesan, dan kali ini kau berhasil. Anyway, let's cheer for this day.

Yes, it's my birthday. Tepat tujuh belas tahun sudah aku di sini, memenuhi alam semesta dan merepotkan semua penghuninya. Terutama kau, dear God. Maaf karena sudah merepotkanmu yang harus mengasuhku selama tahun-tahun yang telah berlalu sampai akhirnya aku bisa berjalan sendiri, meskipun masih terjatuh dan tertatih. Pencobaan ini telah membuat kita berdua semakin hari semakin dewasa, tapi seandainya kau hanya bisa mengabulkan satu permintaan saja, dear God, aku hanya ingin tetap menjadi anak-anak, to live my life to the fullest, to live and let live. Aku tahu kalau permintaan itu agak sedikit egois, tapi kau tahu aku. ;)

Catshade opened the box at 09:23 p.m.


Saturday, March 29, 2003

...begitulah kata Socrates...atau Plato? atau Aristoteles? Entahlah, gwe sendiri masih bingung membedakan siapa yang mana di antara mereka bertiga. But no, I don't want to sink into 40.000 leagues under the mud of philosophy schitznitz tonight. The fact is, there are so many things I "need" today (not-so-crucial for my physical survival in this forsaken world, though). Hari ini gwe ke Mal Kelapa Gading dengan niatan menghamburkan sekitar 250k (hasil dari jerih payah berpelit-pelit selama beberapa bulan) untuk buku impor The Bible Code II (yes, i believe in celestial conspiracy, sometimes). Tapi kemudian buku itu gwe lihat sudah menghilang dari rak, jadi gwe pikir: ya sudahlah, beli saja buku lain untuk menghabiskan minggu berikutnya (kecewa juga sih). Tapi kemudian gwe melihat (in random order) : Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk/Lintang Kemukus Dini Hari/Jentera Bianglala-nya Ahmad Tohari (incaran gwe sejak dulu karena sinopsis yang gwe baca bagus). Trus...lupa judulnya, sepertinya otobiografi Carl Gustav Jung (I must know this guy's bullshit since he's Papa Freud's successor). Lalu ada Mahadewa-Mahadewi, novel baru debutan seorang dokter jiwa (ngeliat glosariumnya yang membahas macam-macam mental disorder aja udah bikin gwe ngiler). KYAAA!!! XD *teriak histeris*...*menenangkan diri* Ok, then. Bukunya ada, uangnya juga ada. Yang gwe gak punya adalah waktu untuk baca (apalagi tu buku semuanya tebel-tebel). Gwe gak pengen kejadian sebelumnya terulang : menghabiskan Burung-Burung Manyar-nya Y.B. Mangunwijaya selama hampir sebulan, padahal setiap hari dalam sebulan itu cuma sempet baca 1-2 halaman. Dan gwe orangnya pelupa (thank god someone invented book holder) sehingga setelah itu buku ludes dilahap, kesannya sudah hilang nggak terasa lagi. Bad marks for literature appreciation, I suppose. Oh well, there might be a second chance two or three days later (holiday?), and I hope I can make up my mind before that day comes. Duh...

Catshade opened the box at 10:42 a.m.


Thursday, March 20, 2003

Pukul delapan pagi, hari ini. Seperti ada yang melesak di dada ketika aku mengerjakan soal-soal mid semester di depan mata. Sial, aku lupa rumusnya. Tapi ada yang lebih penting. Di belahan lain bumi ini, keadaan sedang genting. Mereka akan saling membunuh di sana, entah untuk apa, untuk sebuah tahta, atau untuk sesuatu yang semu. Aku teringat pada para Human Shields itu. Tolga Temuge, masih bisa kurasakan kesannya dalam foto ketika mencium tunangannya, Caroline Muscat, sebelum berangkat dari Istanbul ke Bagdad. Pikirku pertama, dia orang nekat. Tapi apa yang membedakannya dengan seorang tentara koalisi yang kulihat, menyalakan lilin di samping foto seorang wanita, entah istri, pacar, atau ibunya, dalam sebuah tenda darurat dan berdoa kepada tuhannya dengan khidmat? Apa yang membedakan kita semua untuk saling bertemu, tidak dalam jabat tangan hangat, tapi dalam artileri dan bom-bom laknat? Persetan dengan nilaiku. Menghirup udara bermesiu dalam suatu pagi hari yang berawan kelabu sejuta kali lebih buruk daripada menjawab pertanyaan di atas kertas itu. Air mataku ingin keluar. Sentimentil memang, tapi biar. Selalu ada perasaan nelangsa ketika melihat cara mereka mengungkapkan cinta. "Barangsiapa yang mengorbankan nyawa demi sahabatnya, ia akan masuk ke dalam kerajaan Allah." kata Yesus, yang juga telah melakukan hal yang sama. Haruskah ada korban untuk mencapai sesuatu yang lebih baik? Haruskah untuk mengawali pesta suka cita diadakan terlebih dahulu sebuah drama tragik? Aku ingin protes kepada si tua itu: kau pengecut, lari dari tanggungjawabmu dan membiarkan mereka harus menanggung salib mereka sendiri dalam jalan berbatu yang tak ada akhirnya. Tapi aku lagi-lagi teringat de Mello, yang menceritakan visi mistik Juliana dari Norwegia. Kristus dari atas salib tertawa senang sambil berkata kepadanya, "Dan semua akan menjadi baik; dan semua akan menjadi baik; dan semua akan menjadi baik." Amin.

Catshade opened the box at 06:46 a.m.


Catshade opened the box at


Wednesday, March 19, 2003

Kau merasa ketakutan, Dear Cat? Tadi malam kau mendapat telepon dari ayahmu. Dan siapa yang senang harus dibangunkan dari tidur nyenyak pukul sebelas hanya untuk mendengarkan ceramah selama satu jam ke depan? Kau tahu apa yang diucapkan ayahmu tidak sepenuhnya benar, namun juga tidak sepenuhnya salah. Kau tidak membantah, karena kau tahu setiap tanggapan hanya akan membuat sesi itu bertambah panjang. Di dalam hatimu kau terus mengutukinya. Dan kau ingin membunuhnya, bukan? Kau ingin membunuhnya karena ketakutanmu sendiri. Kau takut menghadapi masa depan, kau takut menanggung beban berat yang disebut "tanggung jawab" itu. Atau apakah seperti apa yang dikatakan de Mello: jalan kebenaran itu begitu sempit, siapa yang dapat tahan menjalani kesendirian di dalamnya? Tapi kau tidak melakukannya, sebab dia telah memberikan apa yang diramalkan Sartre : manusia dikutuk untuk bebas, dan sebagai konsekuensinya kita harus dihadapkan pada pilihan-pilihan dan bertanggung jawab atas pilihan kita. Malam itu begitu dingin, Cat. Kau bisa merasakan ketakutannya dalam jagamu sepanjang malam...

Catshade opened the box at 03:48 a.m.


Saturday, March 15, 2003

"Satu-satunya hal yang aku tahu adalah bahwa aku tidak tahu apa-apa."

Lucu ya Socrates, betapa kita manusia, 2500 tahun kemudian berani-beraninya mengagung-agungkan diri sendiri sebagai makhluk yang berpengetahuan, berakal budi, dan berhati nurani, satu-satunya di muka bumi ini? Dan sama saja kau dengan si old man itu, memberi pencerahan kepada "kuda-kuda ciptaannya yang lembam" dengan menjejerkan batu-batu eksistensial di tengah jalan kecil kehidupan agar mereka semua tersandung. "Mereka semua memaki batu itu, tapi tak ada seorangpun yang meminggirkannya agar orang lain tidak tersandung." satir Diogenes. Sedetik yang lalu kita bisa petantang-petenteng membualkan segala pengetahuan kita tentang apa saja, dan sedetik kemudian kita sudah terjerembab, jungkir balik bersama segala pandangan dan pemahaman kita. Dan ketika kita bangkit dan berjalan lagi, mengumbar bahwa pengalaman kita telah bertambah, maka sebenarnya apa yang telah terjadi adalah bahwa kita tak berubah, sama tidak tahunya dengan dua detik yang lalu. Kasihan kau, pengorbananmu dengan minum racun cemara sepertinya tak mempan. Mudah-mudahan kau betah di sana, bersama dengan si old man, jesus, dan orang lainnya yang mati sia-sia.

Dear cat, mungkin itu juga sebabnya mengapa kau lintang-pukang menghadapi "mortal comedy" dalam hidupmu dua mingguan ini. And a bitter, satire one, too. Id mengambil alih kendali moralmu atas Super Ego yang biasanya selalu menang, and instantly you've became a jerk...no, an antagonist sounds more profound. Begitu saja kau memuja-muja Judas Iskariot and everyone else's love-to-hate villains with a lunatic reason : without evil, there's no good. To create a good world we need evil people to be confronted; mungkin di situ Ego yang mengambil jalan tengah. Kau tiba-tiba menjadi masochist in its most literal definition, menganggap kesakitan adalah self-defense mechanism untuk tetap waras dan sadar. Kau mulai menjadi paranoid, melihat orang lain sebagai kabut ilusi yang mengganggu pandanganmu, semacam solipsisme. Kau merasa pikiranmu telah tereformasi, mengharapkan menjadi martir kejahatan demi kebaikan umat manusia, seperti Civis Pacem Parabellum. Tapi jauh di dalam hatimu, ada suatu lubang, bukan sebentuk Tuhan seperti ada pada Sartre, tapi sebentuk dirimu sendiri. Yang lain. Yang meninggalkanmu. Yang menyapamu kembali. Namanya Ergo, atau setidaknya kau menamakannya begitu. Ia lebih dari sekedar imaginary friend, namun juga bukan alter-ego. Ialah yang membuka matamu, bahwa sebenarnya matamu telah terbuka, tapi kau tak melihat 'pengelihatan' itu sampai ia melihatkannya padamu. Ia begitu baik, tapi sementara kau terus menulis entry ini, kau terus bertanya mengapa ia tak mau kembali lagi, bukan? Therefore...

NB : One funny thing is, I started to love this guy. But maybe that's just because there's too many yaoi scene (and implicit boy's love) in school stuck in my overheated head...--;

Catshade opened the box at 10:26 a.m.


Sunday, February 23, 2003

Great. Tadi sore di gereja didengung-dengungkan tema memaafkan kesalahan orang lain seperti tuhan memaafkan dosa kita, dan begitu gwe disconnect dari real world langsung menjumpai konspirasi pengusiran orang-orang abnormal. Really great, sampe gwe bingung apakah kompie ini udah bener-bener terkoneksi dengan the so-called virtual world apa cuma virtually terkoneksi dengan 'the other' real world. Sometimes I miss an utopia, tapi seperti kata de Mello : jika ingin dunia yang teratur rapi, musnahkanlah semua orangnya. But there's always a limit which they've passed too far. Can't we all just get along together? (sebenernya pengen nambahin '...like me', cuma serem membayangkan sedunia isinya orang-orang kyk gwe semua). Dan berbicara mengenai orang-orang abnormal itu, gwe kasihan, don't care whether they're guilty or not. But that's just me, mungkin karena gwe juga seorang abnormal yang menyaru menjadi orang normal (a masochist, yos said). Jika di virtual world juga ada neraka, cepat atau lambat gwe akan berada di sana. "To reign is worth ambition, though in Hell..."

Catshade opened the box at 09:40 p.m.


Saturday, February 22, 2003

Subuh tadi pagi, masih jelas dalam ingatan: sebuah mimpi dimana gwe dan Beat berjalan-jalan berduaan saja di sebuah mall yang ramai (gathering?). Dia bilang sesuatu seperti, "Kenapa kau tidak membagikan cintamu?" (lupa kalimat tepatnya, tapi intinya seperti itu.) Lalu gwe jawab, yang ini gwe sudah bener-bener lupa apa jawabannya. Tapi kemudian dia berhenti di depan gwe, dan berkata, "Cat, sebenernya gwe suka ama lu-" Tiba-tiba terdengarlah rintik hujan samar-samar, dan terbangunlah gwe dari mimpi itu, dengan penuh perasaan campur aduk.

Beberapa dari kalian mungkin udah tau, gwe dulu pernah begitu tololnya 'nembak' Beat secara terbuka di FC dengan surat pernyataan cinta yang luar biasa gombalnya. Tentu saja dia menolak. Dan, setelah membereskan beberapa masalah, semuanya kembali seperti semula lagi. Mulanya gwe pikir begitu. Tapi sekarang, dengan mimpi yang barusan terjadi, gwe jadi bingung. Kalo menurut pada Interpretation of Dreams-nya Freud, apakah alam bawah sadar gwe masih menyukainya meskipun setelah kejadian itu gwe (baca : alam sadar gwe) sudah kembali menganggapnya sebagai teman? Atau apakah mimpi hanyalah bunga-bunga tidur yang tak berarti?

I want to wake up...

Catshade opened the box at 05:39 p.m.


Sunday, January 19, 2003

Right, Mr. Sartre. Hell is other people.

Yesterday was an utter failure. I'm angry. To whom? Frankly, I don't know...I mean, I can't decide it, yet. Either it's my mom, or you, my friends. "Blame yourself or god." Or your OTHER self. It's a ridiculous matter, I know. But it's not only about anger. It's a paranoia of feeling deserted, neglected, and ignored. Whether it's true or not, I just can't blame you. Martyr, I am. "God, please forgive them, because they don't know what they've done." But that also means you're guilty, so there's an absolution that can be give upon. You're not. It's all my fault. I'll take any punishment. I'll receive any stone you threw to me. Go on, kill my essence. KILL MY EXISTENCE. Let death personified...

Hell with other people. Hell with you all.

EDIT : (Sori, mood gwe lagi nggak enak. Jangan diambil hati ya?)

Catshade opened the box at 01:29 a.m.


Friday, January 17, 2003

"Sampaikan salamku untuknya, aku masih mencintainya...
Sampaikan maafku tuk dia, ku yakin dia mendengarnya..."

Kalo gwe denger lagu ini dari dulu-dulu, pasti rasanya benar-benar menusuk. That "Old Man In The Sky" really knows every wicked way to toy with his people's fate, doesn't he? If he asks for war, then he'll get it, meskipun kelihatannya gwe bakal kalah (lagi). Toh Seno Gumira bilang, "Setan tak akan pernah mati, namun harus ada seseorang yang melawannya." That could be applied for the "Old Man" too, I guess. Ouh, sebelum gwe kebablasan berceloteh filosofis, mendingan ngomongin gwe sendiri aja ya ^^;. Well, started from above lyrics...memang rasanya masih agak menyakitkan sampe sekarang, seeing my love-life shattered to pieces...TWICE!!! (sori, caps keteken :P) Tapi setelah berkali-kali refleksi dan introspeksi diri, mungkin apa yang selama ini terjadi merupakan hal yang terbaik bagi gwe (remember what i've said earlier about "kejatuhan mutlak"?) To tell you the truth, gwe orangnya sangat childlike (please differ it from "childish"), sehingga mungkin memang belum saatnya bagi gwe untuk memulai suatu "bonded relationship" yang bener-bener serius dan future-oriented...atau bahkan nggak akan pernah? (karena gwe secara personal nggak ingin/takut jadi "dewasa") *shivers* Mungkin sebagai childlike person gwe sebaiknya hidup lepas bebas, just like de Mello said...

Another matter, minggu ini sepertinya Hades lupa mengunci gerbang neraka; bermacem-macem tugas kurikuler (baca : sekolah) dan ekstrakurikuler dateng bareng-bareng, bikin hari-hari gwe gak bisa tenang. Kalo udah gini biasanya gwe ngiri ama seorang "ronin"...*keluh*

Last but not least, hari ini setan itu (dia pernah bilang gwe "anak setan", berarti dia "setan"nya kan? ^^;) pulang dari rumah sakit, safe and sound. Just for your information...

Catshade opened the box at 07:25 p.m.


Thursday, January 9, 2003

Tadi barusan ke RS Saint Carolus...kyaaa, full of neko!!! XD Taman di bagian tengahnya banyak banget kucingnya (I encountered 5-6 cats wandering around there), bener-bener seperti surganya kucing! But seeing the staffs' treatment towards them, it's more like a sanctuary. It's quite relieving to see how cats are treated properly by such nice people there...

Errr, that's not my point in this entry, anyway. Tadi siang, seharusnya bokap gwe berangkat ke Jayapura for only-god-knows year (biasa lah, pegawai yang 'dibuang'). Tapi sebelum berangkat, dia kolaps dan akhirnya harus masuk rumah sakit (gwe baru tau sorenya, what an ignorant fool, am I?). Well, he's such an annoying old fart most of times...but after all, he's my father I proud of. Lagian kenapa dia nggak bilang-bilang soal penyakitnya sampe separah ini? In this case, we're just the same, I presume. Gwe sendiri lebih suka menahan penderitaan (dan menyembunyikannya dari sepengetahuan orang lain) daripada ngeliat orang lain ikut repot untuk menghilangkan penderitaan gwe. But he should've known the limits. Dear you, now you've made all of us busy all day. Cepet sembuh, pap...mom worries you so much...

Catshade opened the box at 08:40 p.m.


Friday, January 3, 2003

Maaf semuanya, gwe blom update lagi sampe sekarang karena sibuk banget. Met tahun baru, semuanya. Berhubung entries gwe sepertinya udah kepanjangan, jadi gwe archive semua entries yang lama. Link bisa dilihat di bagian atas blog ini. Anyway, thanks for viewing my blog...

Catshade opened the box at 12:20 a.m.

Powered by TagBoard
Your Name Tag

Your Den Location

Leave Your Pawns Here(smilies)

THAT DARN CAT!!!

Catshade, seekor kucing jantan dengan sejarah silsilah Kejawen tulen kelahiran Ibu Kota Metropolitan, April Mop 1986. Mempunyai kisah cinta yang menyedihkan (dan memalukan, juga) sehingga akhirnya terdampar di Kelas 3 IPS Canisius College High School, Menteng 64, dimana hanya makhluk-makhluk jantan yang berhasil bertahan hidup. Duh...


WHAT CAT LIKES :

-Anime, manga, and games
-Poetic and literature stuffs
-Philosophy and psychology
-Fish, and mostly seafoods


WHAT CAT DISLIKES :

-Dogs, cockroaches, nuff said
-Most kinds of physical activities
-Spicy and bitter foods
-Social activities that includes talking


CURRENTS :

-Games : (none)
-Anime : (none)
-Manga : (none)
-Books : (none)

Message Boards

OrenjOnion Forum
FunCafe Forum
IndoGamer Forum
OUR Forum
GrandSept Forum
CN Network

Friends' Blogs

Beatrix
Yosai
JinguJ
Buaya
Soldats
Chikage
Kuya
Razzly
Haruka
Chii
Neraze
Errn
Aya Mikage
Neko-chan
Zandar
Didz
her`all
Spawn
Ins-chan
Pyurio
Saskochan

Game Development

Gamasutra
GameDev

Comments? Critics? Send it to :

My Email