
![]()
|
Saturday, January 24, 2004 Mood : ^_^
What can change the nature of a man? Menakjubkan ya bagaimana persona orang bisa berubah begitu drastis dalam semalam. Thanks to a certain new couple for that 'external stimulus' ^^ *digetok*, sekarang saya tidak madesu seperti dulu lagi (or at least that was I thought >_>). Though, gak bisa selamanya mengandalkan motivasi external semacam ini, since those things could fade away from my viewpoint at any moment, while I'm still trying hard to keep the intern one warmed. Tapi seenggaknya itu bisa menjadi 'boost of confidence' buat saya. Again, thanks to you both, may 'it' lasts forever and ever XD *digetok lagi*
On a lighter side, sepertinya dari entry pertama saya selalu membicarakan abstract thoughts saja ya? Maaf soal itu, me and my recurring snob :p. Soalnya memang nggak banyak yang bisa diceritakan pada tigaperempat pertama masa liburan sih, berhubung kerjaannya sehari-hari berkutat di seputar wired (and you *know* what I'm doing (t)here). Tinggal seperempat terakhirnya mulai kembali ke kehidupan kampus (meskipun belum kuliah). Kembali ngerasain ngantuknya bangun pagi jam 5 (kalo libur sih jam segitu baru tidur), repotnya dikejar deadline (buat kepanitiaan pekan anime), deg-degan nunggu nilai ujian keluar (I got 4 As, 1 B, and 1 C from the final exams T_T), dan bertemu kembali dengan muka-muka familiar (terutama the gobellers). Ah, glad to be back, and if I can say that to myself, then...welcome back. We missed you. :) Catshade jacked in at 06:07 p.m.
011000110110000101110100
Friday, January 23, 2004 Mood : ...
Neko-chan :: I never run away anymore since that event. I just let this flow take me wherever it want to. But of course I know how to take control when things get worsen, don't worry about that... ;)
"Beyond the senses is the mind, and beyond the mind is reason, its essence. Beyond reason is the Spirit in man, and beyond this is the Spirit of the universe, the evolver of all.
When the five senses and the mind are still, and reason itself rests in silence, then begins the Path supreme.
In him are woven the sky and the earth and all the regions of the air, and in him rest the mind and all the powers of life. Know him as the ONE and leave aside all other words. He is the bridge of immortality.
And when he is seen in his immanence and transcendence, then the ties that have bound the heart are unloosened, the doubts of the mind vanish, and the law of Karma works no more.
From delusion lead me to Truth.
~from The Upanisads, translated by Mascaro
From the 'madesu' blog crew ^^ Catshade jacked in at 11:30 p.m.
011000110110000101110100
Wednesday, January 21, 2004 Mood : +_+
Sepertinya belakangan ini saya makin ancur ya? Entahlah bagaimana persisnya ke'ancur'an itu, tapi seenggaknya begitulah menurut perasaan saya terhadap diri sendiri (melalui introspeksi diri yang nggak bisa dibilang akurat juga, sebetulnya) dan terhadap orang-orang lain yang secara implisit menilai saya. Menurut kalian sendiri, gimana?
Dari permukaan, yang keliatan jelas mungkin ritme hidup saya yang semakin chaotic (silakan baca keterangan sistem alignment D&D untuk lebih jelasnya), terutama sejak dimulainya libur semesteran. Katarsis? Pengaruh hormonal? Apapun itu, yang jelas semua yang diperbuatnya benar-benar edan. Let's see, selain gejala di atas, tanda-tanda lain yang keliatan misalnya, saya jadi semakin jarang (lagi) bersosialisasi, bahkan kadang-kadang merasa jenuh dan muak dengannya (except for certain person where I keep my heart warm for(hopefully)ever). Kebiasaan-kebiasaan lama yang ditinggalkan seperti mengurung diri membaca buku di kamar sampai lupa waktu juga kembali lagi (sudah dua hari ini saya melalap 2 buku sekaligus). Dan sisi real-life yang selama ini terwujud dalam kuliah kembali dikalahkan oleh sisi wired-life saya (begitu juga dengan bakal kambuhnya lagi serangan jantung ibu ketika melihat tagihan bulanan). Bahkan, bisa dibilang, saya kembali desperate?
Apakah saya telah berubah? berubah lagi? Atau apakah saya telah kembali menjadi diri sendiri? Yang manakah yang sebenarnya merupakan diri saya? Apakah saya punya 'diri saya' yang sebenarnya? Bahkan hanya sekedar 'diri saya' saja, tak peduli itu benar-benar apa bohong-bohongan? Lalu apakah 'diri' itu sebenarnya? Dan apakah 'saya'? There's no spoon in the matrix. What is the matrix? But there is in the real world. What is 'real'? How do you define 'real'? If 'real' is only what you can see, hear, smell, taste, and touch, then 'real' is only electrical impulses interpreted by your brain. Then what's the difference between the matrix and the real world? Catshade jacked in at 02:58 p.m.
011000110110000101110100
Monday, January 19, 2004 Mood : '_'
tentang perantauan dan kampung halaman
Hari ini saya berkenalan dengan Eko dari Sunnybrook, bersama dengan Claire istrinya dan anaknya yang baru lahir, Solomon. Sebuah pertemuan yang tak sengaja sesungguhnya, karena hanya kebetulan saja saya berjumpa dengannya di pinggir gang Kober yang panas dan pengap di sebelah stasiun UI. Pasti suasananya kontras sekali dengan musim dingin di Sunnybrook yang dingin saljunya mengigit, meskipun mereka berdua sama-sama suburb yang jauh dari kota yang bising, satu Jakarta dan satu lainnya New York. Dan berbicara tentang New York, saya jadi teringat suatu pertemuan yang juga mirip. Musim semi beberapa tahun lalu, saya berkenalan dengan Laila di Central Park, yang, kontras dengan Sunnybrook, terletak persis di jantung The Big Apple. Waktu itu ia tampak begitu kesepian, seolah menunggu seseorang. Terlihat jelas dari sayap-sayapnya yang gemetar tak sabar lekas ingin terbang, namun seolah terhalang oleh kandang yang tak kasat mata. Betapa berbedanya mereka berdua, Eko dan Laila, maksud saya. Yang pertama hidupnya seolah begitu sempurna (meskipun kemudian dia sendiri yang mematahkan ujung perfeksionitas itu demi petualangan avonturirnya yang masih penuh idealisme), sementara ironisnya yang lain berjuang mati-matian untuk mencapai kesempurnaan yang ia tahu tak mungkin ia genggam tanpa mencampakkan realitas (dan ia memilih kesempurnaan). Mungkin satu hal yang menyamakan mereka berdua adalah perasaan itu: perasaan kesendirian di negeri asing yang teraduk dengan kebersamaan dengan orang-orang tercinta (meskipun betapa jauhnya mereka dari hati kita). Apakah arti 'rumah' (as in, 'home') bagi orang-orang seperti mereka? Entah kenapa saya jadi teringat dengan kalian, teman-teman saya yang juga berada di perantauan sana. Bagaimana dengan kalian sendiri? Ijinkan saya bersulang dengan secangkir kopi susu dingin, untuk kalian dan semua alasan kalian untuk kembali, ke manapun 'rumah' kalian berada. Cheers.
Hari ini Eko memberi saya sebuah kenang-kenangan dari Sunnybrook: segenggam kecil salju, tangis Solomon, dan tembang Jawa yang sama-sama masih mengendap dalam ketidaksadaran-kolektif kami. Sementara jejak-jejak ingatan dari Laila sudah hampir punah dari memori saya. Mungkin ia sudah berhasil membebaskan dirinya dari sangkar itu dan terbang, pulang bermigrasi kembali ke kampung halamannya. Atau mungkin ia sudah membakar dirinya seperti janda-janda India dan bangkit kembali dari tumpukan abu itu. Entahlah, tapi saya yakin masih ada jalan menikung di depan dimana kita masih bisa berkenalan lagi. Catshade jacked in at 05:46 p.m.
011000110110000101110100
Sunday, January 18, 2004 Mood : %_%
I hate when times like these happens, when mixed feelings come and go...and come and go again. Setidaknya masih mending kalau mereka datang secara sekuensial, tapi kalau mereka datang berbarengan secara simultan, kamu akan bingung hanya untuk menentukan apa yang sedang kamu rasakan pada momentum tersebut, sementara tiap momentum juga selalu datang dan pergi. Blech, bahkan pikiran-pikiran abstrak jaman sekarang pun sudah kehilangan budaya antrinya. Atau karena kontrol kita yang tak cukup kuat? Sekarang saya jadi kepikiran masalah ekuilibrium itu lagi, entah ingin sok filosofis atau hanya rasionalisasi atas ke'nrimo'an saya dalam menghadapi masalah. Ingin rasanya sekali lagi menegaskan, "Cat, just accept it. Life is indeed UNFAIR." Tapi apa gunanya jika itu malah membuat gelisah dan bukannya meninabobokan? This plato caveman wants to go home, back to his (un)realm of shadows...
Btw, belakangan ini saya mulai ngomong nggak keruan ya? ^^; Maaf kalo pada nggak nyambung... *bows* Catshade jacked in at 11:13 p.m.
011000110110000101110100
Monday, January 12, 2004 Mood : >_<
"When there's a will, there's a way." But that is the way I don't have enough will to walk through. Parahnya lagi, saya selalu memicu mekanisme pertahanan diri dengan membuat rasionalisasi yang dibuat-buat dan proyeksi yang dipaksakan untuk menghindarkan diri dari tanggung jawab. Karena self-diagnosis ini juga tidak terlalu bermanfaat buat penyembuhan, sepertinya saya harus "menerapkan kontrol yang lebih ketat terhadap diriku sendiri" (quoted from Alberto in Sophie's World). Ah, tapi apakah saya akan punya cukup kemauan untuk menerapkan kontrol itu? Time will tell...or someone else who stubborn enough to care me.
(vacation's rambling 2nd edition) Yes, this fluctuating flow of spare times is INDEED very annoying. Selain karena masalah di atas, juga karena situasi dan kondisi yang serba 'kebetulan'. It seems that the old man has taken it seriously when I said that 'time and space are running against 'us'' >_<. Jadwal dan rencana yang sudah disusun dengan rapi jauh-jauh hari sebelumnya, dalam sekejap meluncur menuju entropi (sekalian menyikut jadwal dan rencana yang lain) hanya gara-gara sedikit kepakan sayap kupu-kupu chaos. Does that old man wants me become an atheist? Dilihat dari keadaannya, jika suasana yang suram seperti saat ini masih akan terus berlanjut sampai entah kapan god only knows, I fear that someday, somehow, I might. Catshade jacked in at 06:08 p.m.
011000110110000101110100
Thursday, January 8, 2004 Mood : ^_^
Hahaha, mungkin entah karena bosan atau nggak ada kerjaan selama libur semesteran ini saya jadi rajin mengganti layout blog. Mungkin juga untuk meningkatkan level layouting yang sedari layout pertama rasanya terus-terusan stagnan saja (and considering my fourth layout sucks –just admit it!), atau...*lirik seseorang yang baru ganti blog juga*...external motivation? ^^; Oh well, rasanya apapun alasannya, the end justify the means. Maka inilah layout kelima blog saya, yang dengan sedikit membanggakan diri bisa saya katakan sebagai layout terbaik yang pernah saya buat (you'll know what I mean when you see the previous four). Meskipun ini dikerjakan sendiri tanpa bantuan tools, skins, atau segala macem bantuan luar lainnya, saya nggak bisa bilang layout ini original, though. But hey, nothing's new under the sun. So, here it is....
Being in vacation is living (of excitement) and dying (of boredom) at the same time. Ada saat-saat dimana saya merasa waktu berlalu tanpa terasa ketika bersenang-senang bersama keluarga...no, not them...bersama saudara, teman-teman, apalagi orang yang paling saya cintai. Dan ada pula saat-saat dimana saya merasa waktu melar dari hitungan detik ke hitungan aeon dalam durasi yang sama ketika saya sendirian dan tidak ada sesuatupun yang penting untuk dikerjakan. Ah, such a life I must experience through all this month. Rasanya jadi ingin kembali ke masa-masa kuliah dulu dengan tugas dan kegiatannya. Sama-sama rutinitas yang menjemukan memang, tapi setidaknya saat kuliah saya akan selalu mempunyai sesuatu untuk dikerjakan (eventhough I'm not willing to do it). Sadly, happy memories are just meant to distract us from the bitter present and uncertain future. Jadi begitulah, saya anggap saja setiap kali bangun pagi hari itu akan penuh hal-hal yang berbeda...just like the other days. Don't kill yourself yet, only half month remaining. Catshade jacked in at 01:25 p.m.
011000110110000101110100
|
|
Main Entry:
ca·thar·sis
THE POTENTIAL ONE:
Current Desktop :
Link me :
Copy this code :
Favorite Animes :
-Serial Experiments Lain
-Animatrix -Texhnolyze -Witch Hunter Robin -Chobits -Odoroubou Jing
-Cyborg Kurochan
-Monster
-Baldur's Gate II
-Saman
-The Matrix
OrenjOnion Forum
Friends' Blogs
Andrew
The Matrix Blog Crew
+Agent Smith+ Previous Interfaces : v. 1.xx: Schrodinger's Box
About "Dodge This" :
|