![]() |
|||||
|
Friday, January 2, 2004 Mood : '_'
Kembali ke ibukota tercinta seperti kembali ke Mesir. Tanah yang gersang, yang menyiksa, tapi tetap saja dirindukan. Sisa-sisa lumpur dan sampah di jalan membuat saya merasa seperti Nuh yang baru turun dari bahtera dan menginjakkan kaki ke atas tanah yang belum lagi mengering, menghirup hawa bumi yang anyir oleh bangkai makhluk-makhluk yang tak terselamatkan. Atau seperti Firaun yang dengan gugup melintasi Laut Merah untuk mengejar orang-orang Israel, takut mengakui bahwa di atas semua hal yang terjadi ini, ada sesuatu entitas, entah apalah namanya, yang melakukannya; dan kita tidak berada di pihaknya. Catshade scribbled this entry at 03:02 a.m. Thursday, December 25, 2003 Mood : +_+
(literally, yes, i'm waiting for christmas morning to come...*yawns*)
*lirik entry sebelumnya* Kalau sekarang dipikir-pikir, sepertinya waktu itu saya terlalu bombastis ya? ^^; Sebenarnya nggak sespektakuler itu sih. Saya nggak serta-merta berubah seratusdelapanpuluh derajat jadi kucing yang gaul. Tetap masih ada dinding-yang-tak-terlihat di beberapa bagian diri ini yang menghalangi hampir semua orang (except one) untuk sekedar mendekat, apalagi melongok isinya ke dalam. Tapi tidak seperti dulu, rasanya hal-hal semacam itu nggak terlalu dipermasalahkan lagi. Maybe that's the difference.
Dan ngomong-ngomong tentang natal, kali ini saya nggak ingin merenung-renung seperti tahun lalu (well, tetap saya lakukan sih, tapi kali ini nggak di blog). Cuma ingin nyeletukin sebuah teori tentang The Matrix. Bagaimana jika Jesus itu adalah...*drum rolls*...the previous incarnation of THE ONE? Well, melihat banyaknya kemiripan 'jalan hidup' Neo dengan Jesus (story-wise, not movie-wise), everything's possible, no? ...darn it, maybe I'm just too sleepy to make any philosophical schitznitz. Let's save that for New Year.
Neko-chan :: Gomen, aku belum sempet ke Animachi, tapi nanti kalo sempet pasti aku cariin pesenanmu deh. Btw, I hope I can come to your place sometime in January... ;)
(sekalian pamit juga, sampai tahun baru saya bakal di kampung ^^~) Catshade scribbled this entry at 02:58 a.m. Sunday, December 21, 2003 Mood : %_%
Ijinkan saya bercerita sedikit tentang kehidupan kuliah saya sekarang. Bukan tentang pelajaran, tugas, ataupun ujian, melainkan...social life. Ya, saya nggak salah tulis: social life. Sejak kapan kucing yang terlalu introvert ini ujug-ujug punya social life di dunia nyata? Social life ini bernama "Gobel", diambil dari nama sebuah kantin tidak resmi (baca : kumpulan gerobak) yang mangkal di tepi lapangan bola Fasilkom di belakang Fakultas Psikologi. Buat yang tidak percaya takdir, maka tempat inilah yang menyatukan delapan orang (dua lelaki + enam perempuan = delapan pasien berobat jalan) yang begitu berbeda, baik latar belakang maupun karakternya, dalam suatu peer-group yang paling terstruktur di seluruh fakultas (karena sepertinya cuma kami yang punya nama kelompok, hierarki anggota, agenda kegiatan, dan jadwal rutin). Sepertinya dalam sekejap seluruh kehidupan sosial saya sebelumnya (jika dulu hal itu memang ada) dijungkirbalikkan. Mendadak saya jadi punya onee-chan (atau lebih tepatnya dia yang menjadikan saya sebagai otoutonya) yang maniak yaoi. Teman lelaki yang yaoi beneran. Enam lainnya yang membuat saya sejenak bersyukur kepada si tua yang menciptakan dunia yang maha tidak sempurna. Juga kegiatan saya di kampus berubah begitu saja. Ketika jam istirahat tiba, bukannya meringkuk di pojok kelas seperti ketika saya SMA dulu, saya dan yang lain berjalan-jalan ke kantin fakultas lain (bahkan sampai ke rumah makan di luar UI) untuk makan, ditambah dengan percakapan ngalor ngidul sampai tak terasa sudah beberapa mata kuliah yang diabsenkan. The point is, have I changed? No, it's everything around me that has changed.
"Hidup itu adalah proses." – Ketua Gobel. Amen.
Catshade scribbled this entry at 12:16 p.m. Wednesday, December 17, 2003 Mood : -_-
Kau pernah mengenang masa kecil, Tuhan? Ya, masa-masa yang begitu indah. Waktu itu kita hanya perlu memikirkan siapa yang menang dan kalah dalam permainan, apa yang akan terhidang di atas meja makan malam nanti, atau kapan ayah akan mengetuk pintu kamar tidur kita dan menawarkan sebuah cerita. Tapi kita telah dikutuk oleh perubahan, sayangnya, seperti kita selalu mengutuk orang lain dalam stagnansi. Durasi bisa saja kita paku di sana, tapi tidak dengan waktu. Kini kita tidak bisa lagi menjejak pada surga, eden, atau apapun itu. Buah terlarang telah leluhur kita santap, dan pemintal takdir telah mengikat kaki kita agar tidak dapat mengelak. Kini kita harus mengawang-awang di langit, tak tahu kemana gravitasi menuntun kita. Tidak ada jalan menghindar. Tidak ada jalan keluar. Sebuah tujuan telah ditalikan, dan ke arahnyalah kita dituntun selama raga masih bernafas, meski kita tak pernah tahu ujungnya. Kau pernah merasa sendirian, Tuhan? Ya, itu seperti ketika kita akhirnya jatuh ke dunia, menangis kesepian. *hugs*
"To try to hold on..." Catshade scribbled this entry at 10:39 p.m. |
Main Entry: ca·thar·sis
THE POET ITSELF:
Catshade, seekor kucing jantan dengan sejarah silsilah Kejawen tulen kelahiran Ibu Kota Metropolitan, April Mop 1986. Sejak lahir hidup berpindah-pindah kota dengan dua induk dan dua adik membuatnya jadi kucing yang pendiam dan introvert, juga agak neurotik dan idiot dalam hal percintaan. Saat-saat kesepian itulah yang membuat dia kemudian tertarik dengan banyak hal yang dilarang untuk kewarasan seekor kucing, terutama tiga: Filsafat, Psikologi, dan Sastra. Maka terhitung sejak tahun 2003, ia dirawat oleh anak-anak Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk berobat jalan selama 4 tahun.
Link me :
Copy this code :
Favorite Animes :
-Serial Experiments Lain
-Animatrix -Texhnolyze -Witch Hunter Robin -Chobits -Odoroubou Jing
-Cyborg Kurochan
-Monster
-Baldur's Gate II
-Saman
-The Matrix
Message Boards
OrenjOnion Forum
Friends' Blogs
Aya Mikage
The Matrix Blog Crew
Old Works :
Bibliography Previous Covers : v. 1.xx: Schrodinger's Box
About Tabula Rasa :
|
||||